Pindahkan Patung Ramses II, Mesir Kucurkan Dana Rp10,2 Miliar

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Jum'at 26 Januari 2018 15:43 WIB
Patung raksasa Ramses II sudah dipindahkan sebanyak empat kali sejak dibuat (Foto: Mohamed Abd el Ghany/Reuters)
Share :

KAIRO – Otoritas Mesir memindahkan patung Raja Ramses II ke Museum Besar Mesir di Kairo pada Kamis 25 Januari. Proses pemindahan patung seberat 83 ton dan berusia 3.200 tahun dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan yang terdiri dari kontraktor spesialis dan teknisi militer.

Patung raksasa kuno itu dipindahkan hanya sejauh 400 meter (m) ke rumah barunya. Akan tetapi, proses pemindahan cukup kompleks. Patung ditempatkan dalam sebuah kurungan di atas bak truk dan dijaga agar tidak bergoyang selama perjalanan.

Permukaan jalanan diaspal dengan bahan khusus demi memastikan agar mampu menahan beban dari patung raksasa Raja Ramses II tersebut. Total, biaya pemindahan itu menelan biaya hingga 13,6 juta Pounds Mesir (setara Rp10,2 miliar).

“Pemindahan ini akan memberi tahu kepada orang-orang bahwa Mesir itu aman dan Anda dapat datang serta berkunjung karena kami membutuhkan sektor pariwisata untuk memelihara warisan Mesir Kuno,” ujar mantan Menteri Barang Antik Mesir, Zahi Hawass, melansir dari Reuters, Jumat (26/1/2018).

(Proses pemindahan tersebut cukup kompleks dan menelan biaya Rp10,2 miliar. Foto: Mohamed Abd el Ghany/Reuters)

Di rumah barunya, patung raksasa Raja Ramses II itu akan menjadi benda pertama yang dilihat pengunjung. Museum itu baru akan dibuka sebagian dalam beberapa bulan mendatang dan akan diluncurkan secara resmi pada 2022.

Patung raksasa Raja Ramses II itu pertama kami ditemukan oleh petualang asal Italia, Giovanni Caviglia, di situs arkeologi Mit Rahina pada 1820. Sejak dibuat, patung raksasa Raja Ramses II itu sudah empat kali dipindahkan ke berbagai lokasi.

Patung raksasa itu pertama kali dipindahkan dari tempat pembuatannya ke Mit Rahina sebelum diangkut menuju Alun-Alun Ramses di Kairo pada 1955. Meningkatnya polusi dan kelembaban udara di alun-alun membuat patung dipindahkan ke lokasi baru pada 2006.

Sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa asing terbesar di Mesir. Namun, sejak gejolak politik pada 2011 di Negeri Piramida, pendapatan dari sektor pariwisata semakin menurun.

Pendapatan dari sektor pariwisata meroket pada 2017 dengan meraup USD7,6 miliar (setara Rp101,1 triliun), atau naik 123,5% dibandingkan data pada 2016. Jumlah pengunjung juga meningkat 54% menjadi 8,3 juta orang. Akan tetapi, angka tersebut masih ada di bawah jumlah tertinggi yakni 14,7 juta yang dicatatkan pada 2010 atau setahun sebelum gejolak politik.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya