Dia mengaku anggaran perbaikan kerusakan itu akan diambil dari pos pemeliharaan gedung yabg teralokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT Tahun Anggaran 2017. "Kita punya dana pemeliharaan gedung yang teralokasi di APBD dan akan dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan, entah secara keseluruhan plafon dan seluruh rangka baja ringannya atau hanya sebagian saja. Nanti dilihat secara teknis," katanya.
(Baca Juga: Jokowi Resmikan Kantor Baru Gubernur NTT)
Menjawab kapan akan dilakukan perbaikan, Zakarias mengaku masih menanti penghitungan teknis kerugian. Selain itu juga masih menanti kondisi cuaca membaik. "Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG yang kabarnya kondisi angin kencang ini akan sampai akhir bulan ini. Kami menanti reda baru kami lakukan perbaikan," katanya.
Gedung Kantor Gubernur NTT di jalan El Tari Kupang diresmikan pada 9 Desember 2017 oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu Gubernur NTT Frans Lebu Raya berharap dengan gedung baru itu akan memberi semangat baru bagi semua ASN yang menempatinya. Gedung itu dibangun sejak 2015 silam dengan dua tahapan pembiayaan alias multi years. Gedung yang diserahterimakan dari Waskita Karya Juli 2017 silam itu dibangun setelah gedung kantor yang lama terbakar pada 9 Agustus 2013.
(Khafid Mardiyansyah)