WASHINGTON – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) kembali menjadi sorotan. Setelah James Comey mundur sebagai direktur pada 2017, kali ini Wakil Direktur Andrew McCabe yang mengundurkan diri. Ia akan resmi mundur sebagai orang nomor 2 di FBI pada Maret mendatang.
Seorang sumber dari FBI mengatakan, Andrew McCabe akan mengambil cuti hingga Maret. Sumber tersebut meminta namanya dirahasiakan karena pengumuman resmi kepada publik belum dilakukan. Sementara itu, Gedung Putih menyatakan keputusan itu diambil sendiri oleh yang bersangkutan.
“Saya bisa katakan kepada Anda bahwa Presiden Trump tidak ambil bagian dalam proses pengambilan keputusan ini. Presiden Trump menaruh kepercayaan besar kepada Direktur FBI Christopher Wray,” ujar juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengutip dari Reuters, Selasa (30/1/2018).
Harian New York Times melaporkan, sempat terjadi perselisihan antara Christopher Wray dengan Andrew McCabe. Wray disebut-sebut menyarankan agar McCabe diturunkan ke posisi yang lebih rendah akan tetapi sang wakil akhirnya memilih untuk mundur daripada mengalami penurunan jenjang karier.
Kondisi di FBI bergejolak selama satu tahun terakhir sejak mantan Direktur James Comey bersilang pendapat dengan Presiden Donald Trump. Comey akhirnya memilih untuk mundur dan posisinya digantikan sementara oleh Andrew McCabe hingga Trump menunjuk Christopher Wray sebagai pengganti.
Media Washington Post sempat menurunkan laporan bahwa Trump sempat bertanya kepada Andrew McCabe mengenai pilihannya pada pemilihan presiden 2016. Pria yang memulai karier di FBI sejak 1996 sebagai agen khusus untuk menyelidiki kejahatan terorganisasi itu mengatakan abstain saat pemilihan presiden. Trump membantah laporan dari salah satu media besar tersebut.
(Wikanto Arungbudoyo)