Falsafah Pendidikan Berkarakter ini sebenarnya sudah diterapkan di Purwakarta sejak awal kepemimpinan Dedi Mulyadi yakni Tahun 2008. Kemudian, baru diperbupkan pada Tahun 2015.
Hal ini menurut Dedi, dilakukan karena yang terpenting adalah penciptaan kultur terlebih dahulu. Aspek legal formal dipenuhi setelah kultur tersebut mengakar dalam kebiasaan siswa.
"Semoga etos positif tercipta di tengah-tengah pelajar kita," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 5 Purwakarta, Rikrik Halimatusa'diyah mengatakan Dedi Mulyadi merupakan sosok Bupati yang concern terhadap dunia pendidikan. Berbagai kebijakan yang telah diluncurkan diakuinya membantu dia dan jajaran dalam mendidik para pelajar.
"Kami sebagai pendidik sebenarnya terbantu dengan kebijakan itu. Beliau memang Bupati yang paling concern terhadap pendidikan anak-anak," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)