Berakhirnya Dinasti di China Akibat Revolusi Sun Yat-sen

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 12 Februari 2018 06:03 WIB
Kaisar terakhir China, Hsian-T'ung alias Henry Pu Yi, dipaksa turun tahta pada 12 Februari 1912 (Foto: People's Daily)
Share :

JAUH sebelum dikuasai oleh Partai Komunis, China memiliki sistem pemerintahan Monarki di bawah Kekaisaran Manchu. Negeri Tirai Bambu resmi berubah dari sistem kerajaan ketika Kaisar Hsian-T’ung dipaksa menyerahkan tahtanya pada 12 Februari 1912.

Turunnya Kaisar Hsian-T’ung secara resmi mengakhiri Kekaisaran Manchu yang telah berkuasa selama 267 tahun sekaligus mengubah sistem pemerintahan di China di bawah dinasti yang telah berlangsung selama 2.000 tahun. Ia terpaksa turun tahta sebagai dampak revolusi republik yang diserukan Sun Yat-sen.

Hsian-T’ung naik tahta menggantikan pamannya, Kuang-hsu, meninggal dunia pada 1908. Uniknya, ia berusia dua tahun saat diangkat sebagai kaisar. Di masa pertumbuhan, Hsian-T’ung harus menjalani berbagai macam latihan sebagai persiapan ketika berkuasa saat dinyatakan cukup umur kelak.

Dinukil dari History, Senin (12/2/2018), dinasti tersebut runtuh sejak Oktober 1911 sebagai dampak dari revolusi Sun Yat-sen. Hsian-T’ung pun turun tahta di usia enam tahun pada 12 Februari 1912.

Pemerintah China memberikan jaminan berupa uang pensiun dalam jumlah besar dan mengizinkannya tinggal di Istana Kekaisaran hingga 1924 dengan nama samaran Henry Pu Yi. Setelahnya, Hsian-T’ung dipaksa mengasingkan diri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya