Berakhirnya Dinasti di China Akibat Revolusi Sun Yat-sen

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 12 Februari 2018 06:03 WIB
Kaisar terakhir China, Hsian-T'ung alias Henry Pu Yi, dipaksa turun tahta pada 12 Februari 1912 (Foto: People's Daily)
Share :

Pada 1925, Henry Pu Yi tinggal di Tianjin yang dikuasai oleh Jepang. Para penjajah lantas mendirikan negara boneka bernama Manchukuo di Manchuria pada 1932. Henry Pu Yi didapuk sebagai Kaisar Manchukuo dengan nama K’ang Te. Meski mendapat perlawanan dari gerilyawan, K’ang Te mampu bertahan hingga 1945 ketika ditangkap tentara Uni Soviet.

Henry Pu Yi kemudian bersaksi di hadapan sidang kejahatan perang Tokyo bahwa dirinya diperalat, bukan seperti yang diklaim Jepang sebagai instrumen pemberontakan Manchuria pada 1946. Provinsi Manchuria dan Rehe lantas dikembalikan kepada China dan Pu Yi diserahkan ke Beijing pada 1950.

Pu Yi dipenjara di Shenyang hingga 1959 ketika Mao Zedong memberikan amnesti. Setelah dibebaskan, Hsian-T’ung alias Henry Pu Yi alias K’ang Te bekerja di sebuah bengkel di Peking atau yang sekarang dikenal sebagai Beijing.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya