SEMARANG - Ribuan warga mengikuti perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang. Tak hanya warga Tionghoa, banyak pula penduduk pribumi yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan barongsai di halaman kelenteng.
Warga sudah memadati kawasan tempat ibadah di Gang Lombok Semarang ini sejak pagi. Gemuruh suara simbal dan genderang beriringan dengan sorak sorai warga yang menyaksikan barongsai.
Terdapat lima kelompok seni barongsai yang unjuk kebolehan memamerkan beragam atraksi. Setiap kelompok tampil dengan durasi sekira 10 menit, dengan diakhiri atraksi puncak berupa menggapai angpao raksasa.
"Seru sekali, sejak pagi saya di sini untuk melihat barongsai. Tadi sempat istirahat Salat Jumat terus dilanjut lagi," ujar Sutopo, warga Gunungpati yang datang bersama istrinya, Jumat (16/2/2018).
Meski kedatangannya bukan untuk beribadah di kelenteng, namun dia mengaku hampir tiap tahun datang ke Tay Kak Sie. Menurutnya, perayaan Imlek juga bermakna untuk menumbuhkan kerukunan antaretnis maupun agama.
"Seperti yang ada sekarang ini kan malah lebih banyak warga pribumi. Jadi meski bukan Tionghoa kita juga ikut merayakan Imlek. Terus jika ingin beribadah silakan masuk ke kelenteng. Di dalam banyak juga yang beribadah," lugasnya.
Pantauan di lokasi, banyak umat Tridharma yang beribadah sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan untuk menyambut tahun baru. Tak hanya dari Semarang, banyak warga dari berbagai luar daerah yang turut menyalakan dupa untuk menghormati para dewa.
"Ini tadi rombongan dari Salatiga, saya beserta istri dan anak. Memang setiap Imlek kita ke sini. Jadi ini sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur. Kita bisa beribadah sekaligus silaturahmi," kata Andi.