Adik Kim Jong-un Dikabarkan Hamil Anak Kedua

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Selasa 20 Februari 2018 16:04 WIB
Adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (Foto: Reuters)
Share :

SEOUL – Adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, dikabarkan tengah hamil saat berkunjung ke Korea Selatan (Korsel) pada 9 Februari. Namun, Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) tidak dapat mengonfirmasi rumor yang beredar luas beberapa hari terakhir tersebut.

Spekulasi merebak ketika Kim Yo-jong terlihat menutupi perutnya yang sedikit menonjol dengan sehelai jaket saat berkunjung ke Korea Selatan pada 9-11 Februari. Media setempat melaporkan bahwa Yo-jong mengatakan kepada pejabat Korea Selatan bahwa dirinya tengah mengandung anak kedua.

“Tidak ada yang kami ketahui. Itu adalah pandangan resmi pemerintah Korea Selatan (terhadap isu kehamilan),” ujar seorang pejabat di Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang namanya dirahasiakan, mengutip dari Yonhap, Selasa (20/2/2018).

Pada April 2015, mata-mata Korea Selatan mengatakan bahwa Kim Yo-jong akan segera melahirkan anak pertamanya satu bulan kemudian. Sang ayah dari jabang bayi itu diyakini adalah rekan kuliah Yo-jong di Kim Il-sung University, Pyongyang.

Namun, pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan juga tidak dapat mengonfirmasi apakah anak pertama yang dikandung Kim Yo-jong tiga tahun lalu itu lahir ke dunia atau tidak. Sebagaimana diketahui, informasi mengenai Korea Utara amat terbatas karena dikontrol ketat oleh pemerintah.

BACA JUGA: Moon Undang Adik Kim Jong-un ke Istana Kepresidenan Korsel 

Yo-jong, yang diperkirakan berusia 30-an tahun, ditunjuk sebagai anggota Komite Sentral Partai Pekerja Korea, badan tertinggi dalam partai, pada Oktober 2017. Kariernya melambung dengan cepat setelah secara resmi bergabung menjadi anggota Partai Pekerja Korea pada Kongres Mei 2016. Ia bertugas di departemen propaganda dan agitasi Partai Pekerja Korea yang mengontrol informasi publik.

Kim Yo-jong menjadi anggota keluarga Kim pertama yang berkunjung ke Seoul sejak Perang Korea pada 1950-1953. Perang saudara tersebut hanya diakhiri dengan perjanjian gencatan senjata sehingga Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam keadaan perang.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya