BOGOR - Sopir bos Matahari, berinisial O kepada polisi mengaku tidak mendengar suara minta tolong saat hilangnya Hari Darmawan dari villanya di Desa Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Tidak, tidak mendengar (suara minta tolong) atau lainnya," kata Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).
Menurut keterangan dari sang sopir, yang terdengar saat itu hanyalah suara derasnya aliran sungai Ciliwung yang memang berada tepat di pinggir villa.
"Cuma dengar suara air sungai saja. Karena kalau di lokasi itu sungainya memang deras," jelas Dicky.
(Baca juga: Bos Matahari Tewas, Polisi Periksa 11 Saksi Belum Termasuk Keluarga)
Sementara, dari hasil olah tempat kejadian perkara pihaknya menemukan jejak kaki dari Hari Darmawan di tangga dan lantai bawah villanya. Dari situ, Hari diduga mengalami insiden dan tercebur ke sungai.
"Sesampainya di villa, almarhum masuk sendiri ke dalam kemudian meminta air minum ke sopir di mobil yang terpakir di samping villa. Saat ambil air minum itu almarhum sempat ke bawah lalu hilang," paparnya.
(Baca juga: Polisi Temukan Uang Rp4 Juta & Catatan di Kantong Celana Bos Matahari)
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa 11 saksi dan melacak komunikasi terakhir dari handphone Hari Darmawan yang hilang hanyut terbawa sungai Ciliwung.
"Dugaan sementara almarhum mengalami insiden (terpeleset) di lantai bawah villanya dan tercebur ke sungai. Karena saat itu kondisi lantai bawah memang gelap dan licin serta arus sungai deras," tutupnya.
Seperti diketahui, pendiri Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan ditemukan tewas oleh Tim SAR gabungan di aliran sungai Ciliwung, Desa Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebelum tewas, Hari diketahui mengunjungi villanya di Desa Jogjogan, Cisarua. Saat itu, Hari ditinggal stafnya untuk mengambil minum. Namun setelah kembali, Hari Darmawan sudah tidak berada di lokasi.
(Awaludin)