DENPASAR - Abu jenazah almarhum Hari Darmawan pendiri Matahari rencananya akan dilarung di laut Bali. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara keluarga almarhum, Roy Nicholas Mandey, di Denpasar, Senin (12/3/2018).
“Rencananya memang akan dilarung di laut Bali. Untuk tempatnya di mana belum ditentukan, pihak keluarga akan mengadakan rapat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bahwa abu jenazah almarhum tidak akan dilarung langsung usai dikremasi pada Rabu 14 Maret 2018 mendatang mengingat umat Hindu ada upacara prosesi melasti menjelang perayaan Nyepi.
“Ya tidak langsung kami sebar hari itu juga. Kami menghormati adanya upacara melasti tersebut,” terangnya.
(Baca Juga: Rentetan Fakta di Balik Meninggalnya Bos Matahari)
(Baca Juga: Alasan Bos Matahari Bakal Dikremasi di Bali)
Dia menjelaskan, bahwa pihak keluarga sudah ikhlas dengan kematian almarhum. “ Pihak keluarga sudah mengikalaskan akan meninggalnya almarhum,” jelasnya.
Roy menambahkan, bahwa seluruh keluarga besar alamarhum akan datang pada hari Selasa 13 Maret 2018. “Keluarganya ada dimana-mana, di luar negeri juga ada,” paparnya.
Seperti diketahui bahwa jenazah almarhum dibawa dari Jakarta pada Sabtu 10 Maret 2018, kemudian tiba di Bali pada Minggu 11 Maret 2018 sekira pukul 01.30 Wita. Pihak keluarga nanti malam masih mengadakan malam kebaktian di Rumah Duka Kertha Semadi di Jalan Cargo, Denpasar yang dimulai pada pukul 19.00 Wita.