BOGOR - Kepolisian Resor Bogor sudah memeriksa 11 saksi terkait tewasnya pendiri Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan di aliran sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Sekarang kita sudah memeriksa 11 saksi terkait kejadian ini," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky, di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Senin (12/8/2018).
Dicky menambahkan, saksi-saksi yang diperiksa tersebut merupakan para karyawan termasuk sopir pribadi Hari Darmawan. Sementara, polisi belum memeriksa pihak keluarga karena masih berduka.
"Nanti semua keterangan itu kita klopkan untuk mengetahui kejadian apa ke belakang sebelum almarhum ditemukan tewas. Keluarga belum ada yang kita periksa karena masih berduka," jelasnya.
Dari keterangan saksi yang sudah diperiksa, Hari Darmawan sempat makan bersama para stafnya di tempat makan cepat saji di kawasan Cisarua.
"Sebelum ke villa itu, mereka sempat rapat di Taman Wisata Matahari. Kemudian karena sudah waktu makan, mereka pergi ke Pizza Hut di Cisarua, dari situ baru almarhum ke villa sama sopirnya," paparnya.
Seperti diketahui, pendiri Taman Wisata Matahari (TWM) Hari Darmawan ditemukan tewas oleh Tim SAR gabungan di aliran sungai Ciliwung, Desa Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebelum tewas, Hari diketahui mengunjungi villanya di Desa Jogjogan, Cisarua. Saat itu, Hari ditinggal stafnya untuk mengambil minum. Namun setelah kembali, Hari Darmawan sudah tidak berada di lokasi.
Saat ini, jenazah Hari Darmawan sudah diterbangkan pihak keluarganya menuju Denpasar, Bali. Rencannya, Hari akan dikremasi pada Rabu 14 Maret 2018.
(Mufrod)