Ilmuwan Jamin Jatuhnya Stasiun Luar Angkasa China Tidak Membahayakan Bumi

Antara, Jurnalis
Selasa 13 Maret 2018 10:28 WIB
Ilustrasi Tiangong-1 (Foto: Business Insider)
Share :

Informasi yang diperoleh dari teknisi Lembaga Nirawak Luar Angkasa setempat menyebutkan bahwa pada 4-11 Maret 2018, Tiangong-1 dalam kondisi stabil di orbitnya dengan ketinggian rata-rata 244,5 kilometer.

Rentang orbit stasiun luar angkasa itu berada pada kisaran 43 derajat lintang utara hingga 43 derajat lintang selatan, tulis The Guardian, harian berbasis di London. Hal itu berarti orbitnya membentang luas di atas kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, China, Timur Tengah, Afrika, Australia, sebagian Eropa, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik.

Pakar luar angkasa, Pang Zhihao, mengemukakan bahwa sesuai tradisi yang berlaku secara internasional biasanya bekas pesawat luar angkasa yang berada di orbit dekat bumi dibiarkan jatuh hingga dasar lautan di Samudra Pasifik yang jauh dari wilayah daratan.

Dasar lautan yang disebut sebagai kuburan pesawat luar angkasa itu juga sebelumnya menjadi "tempat peristirahatan terakhir" bagi stasiun luar angkasa MIR dan program luar angkasa Rusia serta Observatorium Compton Gamma Ray milik Amerika Serikat, demikian Pang sebagaimana dikutip Global Times.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya