Pengasuh pondok pesantren, Kiai Asep menuturkan, kereta milik Sunan Gunung Jati tersebut dikeluarkan saat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Selain itu, peringatan khusus yang digelar oleh Keraton Cirebon juga mengharuskan arak-arakan yang diikuti kereta tersebut.
“Hari-hari besar Islam seperti ini pasti Kereta Paksi Naga Liman diarak. Di Cirebon, setiap pesantren yang masih memiliki hubungan darah dengan keraton pasti punya kereta kencana. Seperti di sini dan Pesantren Benda Kerep,” katanya.
Seizin kiai pesantren, Dedi Mulyadi bersama Gus Zydni, putera Kiai Muhammad yang baru saja dikhitan menaiki Kereta Paksi Naga Liman. Mereka berdua diarak berkeliling dan mengundang perhatian warga sekitar.
(Qur'anul Hidayat)