JAKARTA – Punya pengalaman berlayar di hampir sepanjang hidupnya, membuat Pere Valera Taltavull, tidak ragu untuk ambil bagian dalam misi pelayaran Fleur de Passion keliling dunia. Pria asal Minorca, Spanyol, itu mengaku cukup beruntung sebagai pelaut dapat ambil bagian dalam napak tilas 500 tahun ekspedisi Ferdinand Magellan.
“Hidup di atas kapal tentu berbeda dengan daratan. Kami harus mempersiapkan semuanya, makanan, air, satelit komunikasi, laptop, dan semacamnya. Kami beruntung kapal ini dilengkapi teknologi cukup canggih, tetapi kami memilih berlayar secara tradisional,” ujar Pere di atas Kapal Fleur de Passion yang singgah di Jakarta, Rabu (4/4/2018).
“Cukup sulit untuk mengatur hidup di atas kapal. Ini tugas berat, tidak hanya buat kapten tetapi juga kru yang lain,” imbuh pria berusia 50 tahun itu.
BACA JUGA: Keliling Dunia, Kapal Penyapu Ranjau Swiss Singgah di Jakarta
Pere Valera mengakui bahwa semuanya sudah cukup mudah sekarang. Tetapi, kru kapal memilih untuk melakukan pelayaran secara tradisional, seperti navigasi dengan membaca bintang.
Fleur de Passion berlayar atas prakarsa Yayasan Pacifique Foundation. Wakil Presiden Pacifique Foundation, Samuel Gardaz menuturkan, pendanaan dilakukan oleh pihak-pihak swasta lewat mekanisme program edukasi. Meski demikian, pemerintah Swiss pun turut membantu lewat program yang sama. Kru Fleur de Passion juga membuka kesempatan bagi penumpang reguler.
“Kita juga membawa penumpang. Siapa saja yang mau ikut silakan, tetapi harus bayar. Kita bisa saja mempersilakan mereka ikut dengan gratis, tetapi kita butuh biaya. Tentu harganya cukup terjangkau,” ucap Samuel Gardaz.