Cerita Kapten Kapal Penyapu Ranjau Swiss Selama Ekspedisi Keliling Dunia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 04 April 2018 14:18 WIB
Kapten kapal Fleur de Passion, Pere Valerta Taltavull, mengaku cukup sulit mengorganisasi para kru selama di lautan (Foto: Wikanto Arungbudoyo/Okezone)
Share :

“Mereka semua tidak ada yang menimbulkan masalah. Bahkan sebenarnya mereka sangat membantu. Apalagi, anak saya ikut di kapal ini. Dia juga membantu seperti memasak dan mengangkat layar,” imbuh pria asal Prancis tersebut.

Menurut Pere Valera, hanya ada satu hal yang membuat seseorang ingin ikut misi penjelajahan tersebut, yakni gairah atau passion. Sebab, tanpa gairah tentu sulit untuk berbagi kehidupan dengan belasan orang di area hanya seluas 33 meter (m) selama beberapa tahun di atas lautan.

“Anda harus menangani segala sesuatu dengan baik. Mereka sangat bergairah untuk misi ini. Di sini Anda dapat mengenal diri sendiri dan mencoba memahami orang lain dengan lebih baik,” kata lelaki yang mengaku sudah menyeberangi Samudera Atlantik sebanyak delapan kali itu.

Pele Valera mengatakan, selama berlayar selalu ada hal-hal yang tidak dapat diprediksi. Akan tetapi, hal-hal tidak terprediksi itu sebaiknya tidak perlu dipikirkan.

“Ada hal yang tidak bisa Anda prediksi. Jangan pikirkan itu. Yang penting organisasi. Bersiap untuk semua yang bisa Anda kontrol. Sisanya adalah keberuntungan,” ujar Pele Valera Taltavull dengan mantap.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya