Edy Rahmayadi: Desa Budaya adalah Kekayaan Sumatera Utara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Jum'at 06 April 2018 15:12 WIB
Cagub Sumut Edy Rahmayadi (Foto: Wahyudi Aulia Siregar)
Share :

NIAS SELATAN - Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menegaskan, keberadaan desa budaya (desa adat) menjadi salah satu potensi besar bagi Sumut. Sehingga, ia mengajak masyarakat untuk mensyukuri anugerah Tuhan ini.

“Kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Sumatera Utara di Nias Selatan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dijaga kelestariannya. Ke depan, desa-desa budaya harus semakin bertambah di Sumut, karena kita punya itu semua,” ujar Edy usai berkunjung ke Desa Budaya Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (6/4/2018).

Di Sumut, lanjut Edy, ada beberapa desa budaya seperti Desa Dokan, Desa Jangga, Desa Lingga. Kemudian, ada juga Desa Adat Ragi Hotang di Tobasa, Desa Adat Hutagaol Sihujur di Tobasa dan Desa Adat Rumah Bolon Gunung Malela di Simalungun.

(Baca Juga: Soroti Kemiskinan, Ijeck Nilai Kuncinya Pembangunan Ekonomi di Daerah)

Menurut Edy, perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat karena pembangunan kepariwisataan tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah melainkan harus bersama-sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Di Desa Bawomataluo misalnya, ada Orahu (musyawarah desa) sebagai kearifan lokalnya. Pemerintah harus aktif dalam musyawarah seperti ini, agar aspirasi masyarakat diterima dengan baik,” bebernya.

Konservasi rumah adat, pelestarian kesenian adat dengan memberikan perhatian yang cukup, baik melalui penyediaan anggaran merupakan keharusan. “Saya optimis, Sumut bermartabat akan terwujud dengan menghargai sejarah dan melestarikan kebudayaan serta kearifan lokal kita dan membawanya mengenalkannya ke mata dunia,” pungkas Edy.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya