Curiga Ada Rekayasa, Rusia Minta OPCW Selidiki Serangan Senjata Kimia di Douma

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 10 April 2018 12:01 WIB
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia. (Foto: Reuters)
Share :

NEW YORK – Rusia mendesak Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk terjun langsung dan melakukan penyelidikan terkait laporan serangan senjata kimia di Kota Douma, Suriah. Moskow menuding laporan yang pertama kali dipublikasikan oleh kelompok White Helmets mengenai serangan tersebut adalah palsu dan merupakan rekayasa.

BACA JUGA: Suriah Cegat Serangan Rudal ke Pangkalan Udaranya, Tuduh AS Bertanggungjawab

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura juga mendesak digelarnya penyelidikan independen atas laporan serangan kimia tersebut. De Mistura juga meminta semua pihak untuk menahan diri, terutama setelah serangan rudal yang diduga dilakukan Amerika Serikat terhadap pangkalan udara T-4 Suriah menyusul laporan serangan kimia pada Sabtu tengah malam.

Diwartakan RT, Selasa (10/4/2018), Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan bahwa “tidak ada keraguan” bahwa serangan senjata kimia di Douma adalah sebuah rekayasa. Nebenzia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh mengenai insiden ini, yang harus dimulai dari asas praduga tak bersalah.

Dia mengatakan bahwa badan pengawas senjata kimia PBB, OPCW harus datang ke Suriah dan menyelidiki dugaan serangan senjata kimia di Suriah, secepatnya pada Selasa. Pasukan Rusia dan Suriah akan menyediakan perlintasan yang aman bagi para pemeriksa OPCW ke daerah yang diserang di Douma setelah mereka tiba di Damaskus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya