LONDON – Perdana Menteri (PM ) Inggris, Theresa May, mengonfirmasi dirinya sudah memerintahkan angkatan bersenjata untuk menyerang Suriah. Ketua Partai Konservatif itu memastikan bahwa serangan ditujukan untuk menghancurkan kapabilitas senjata kimia, bukan menggulingkan rezim Suriah di bawah pemerintahan Presiden Bashar al Assad.
“Ini bukan tentang ikut campur dalam perang sipil. Ini bukan tentang perubahan rezim,” tutur PM Theresa May dalam pernyataan resminya, mengutip dari Reuters, Sabtu (14/4/2018).
“Ini adalah soal serangan terbatas dengan target yang jelas yang tidak akan menambah ketegangan di kawasan serta dilakukan dengan sebisa mungkin menghindari jatuhnya korban di pihak warga sipil,” imbuh perempuan berusia 61 tahun.
BACA JUGA: Trump Umumkan Serangan Militer Tiga Negara ke Suriah
May menambahkan, serangan tersebut tidak hanya menargetkan Suriah, tetapi juga untuk mengirim pesan kepada siapa saja yang menggunakan senjata kimia. Ia mengaku tidak mudah untuk mengambil keputusan terkait serangan tersebut.
“Ini adalah pertama kalinya sebagai perdana menteri saya harus mengambil keputusan untuk melibatkan angkatan bersenjata kami dalam pertempuran dan itu bukan sebuah keputusan yang mudah,” kata perempuan asal Eastbourne itu.
Theresa May mengambil keputusan tersebut karena sesuai dengan kepetingan nasional Inggris. London disebutnya tidak akan mengizinkan penggunaan senjata kimia sebagai sesuatu yang normal, entah itu di Suriah, jalanan Inggris, atau di tempat lain di seluruh dunia.