BACA JUGA: PM Inggris Kumpulkan Menteri Kabinet Bahas Rencana Serangan ke Suriah
BACA JUGA: Serangan Kimia Pasukan Suriah ke Ghouta Tewaskan 41 Orang
Pendapat senada diungkapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Pria berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa serangan yang dilakukan bersama Amerika Serikat (AS) dan Inggris karena pihaknya tidak menoleransi penggunaan senjata kimia yang terus-menerus terhadap warga sipil Suriah.
“Kami tidak bisa menoleransi penggunaan senjata kimia secara terus-menerus, yang merupakan bahaya nyata bagi warga Suriah dan keamanan kita secara kolektif,” ujar Emannuel Macron di Istana Kepresidenan Prancis, Champ Elysee.
Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump memerintah serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah yang dilakukan bersama dengan Inggris dan Prancis. Pria asal New York itu mengatakan, keputusan diambil untuk membalas serangan senjata kimia pasukan Suriah ke Douma pada Sabtu 7 April yang menewaskan 41 orang.
(Wikanto Arungbudoyo)