BACA JUGA: Serangan Militer Bukan untuk Gulingkan Rezim Suriah
Di pihak lain, AS tidak tahu-menahu apabila ada rudalnya yang berhasil dicegat. Kepala Staf Militer AS, Jenderal Joseph Dunford, mengklaim serangan tersebut berhasil menghantam tiga target, satu pusat penelitian, satu gudang penyimpanan dan pos komando, serta satu gudang penyimpanan senjata kimia di Homs.
Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump memerintah serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah yang dilakukan bersama dengan Inggris dan Prancis. Pria asal New York itu mengatakan, keputusan diambil untuk membalas serangan senjata kimia pasukan Suriah ke Douma pada Sabtu 7 April yang menewaskan puluhan orang.
Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, memastikan bahwa serangan ditujukan untuk menghancurkan kapabilitas senjata kimia, bukan menggulingkan rezim Suriah. London disebutnya tidak akan mengizinkan penggunaan senjata kimia sebagai sesuatu yang normal, entah itu di Suriah, jalanan Inggris, atau di tempat lain di seluruh dunia.
(Wikanto Arungbudoyo)