Kasus tersebut menambah daftar PRT asal Filipina yang diperlakukan tidak manusiawi di Timur Tengah. Sebelumnya, jasad seorang PRT asal Filipina ditemukan dalam sebuah lemari pendingin (freezer) di Kuwait. Polisi mengatakan, korban disiksa atau dicekik hingga tewas sebelum jasadnya dijejalkan ke freezer.
Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, marah besar atas meninggalnya PRT bernama Joanna Demafelis tersebut pada 15 Februari lalu. Pria asal Davao City itu memerintahkan pelarangan total pengiriman tenaga kerja Filipina ke Kuwait. Ia juga menawarkan kepulangan gratis bagi PRT asal Filipina.
BACA JUGA: Presiden Duterte Akan Larang Warga Filipina Bekerja di Kuwait
Pada Januari, Duterte sebenarnya sudah mempertimbangkan agar tidak mengirim pekerja ke Kuwait. Hal itu dilakukan karena banyak warga negara Filipina di Kuwait yang tidak mendapatkan keadilan hingga beberapa di antaranya memilih untuk bunuh diri.
Berdasarkan perkiraan Kementerian Luar Negeri Filipina, ada lebih dari 250 ribu warganya yang bekerja di Kuwait di mana sebagian besar berprofesi sebagai PRT. Selain itu, warga Filipina juga bekerja di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.
(Wikanto Arungbudoyo)