Diwartakan RT, Selasa (5/6/2018), Presiden Guatemala, Jimmy Morales telah mengumumkan keadaan darurat sebagai respons atas bencana ini.
"Kami memiliki 1.200 orang yang melakukan penyelamatan," kata Morales kepada media pada Senin. “Sekali lagi kami menyerukan kepada semua orang untuk tidak membagikan informasi palsu. Jangan berspekulasi karena itu hanya mempersulit situasi lebih jauh lagi. ”
Badan meteorologi Guatemala melaporkan terjadinya beberapa ledakan sedang dan kuat pada Senin. Gunung yang tengah mengamuk itu juga memuntahkan debu setinggi lebih dari 4 kilometer ke udara.
Meski aktivitas di gunung berapi telah menurun sejak Minggu, badan itu memperingatkan mengenai adanya aliran gas yang bergerak cepat dan material vulkanik di jurang yang dekat dengan gunung. Aktivitas seismik juga meningkatkan potensi tanah di daerah menjadi tidak stabil.