KUALA LUMPUR – Kepolisian Malaysia membuka kembali penyelidikan pembunuhan mengerikan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu yang terjadi pada 2006. Pembunuhan tersebut telah dikaitkan dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
Altantuya ditembak mati dan jasadnya diledakkan dengan peledak militer di sebuah hutan di Shah Alam, Malaysia. Kematian Altantuya diduga berkaitan dengan skandal korupsi pembelian kapal selam Prancis pada 2002 yang disebut-sebut melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan.
Altantuya yang menjalin hubungan dengan Abdul Razak Baginda, seorang analis pertahanan Malaysia yang dekat dengan Najib berperan sebagai penerjemah dalam proses pembelian kapal selam tersebut.
BACA JUGA: Fakta-Fakta Seputar Altantuya Shariibuu dan Pembunuhan yang Hantui Najib Razak
Setelah Najib Razak terdepak dari kursi perdana menteri dalam pemilihan umum bulan lalu, banyak pihak meminta penyelidikan pembunuhan Altantuya untuk dibuka kembali. Permohonan terutama disampaikan oleh Presiden Mongolia, Khaltmaagiin Battulga dan ayah dari Altantuya yang bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad pekan ini.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami membuka kembali penyelidikan," kata Kepala Kepolisian Malaysia, Mohamad Fuzi Harun sebagaimana dikutip The Star, Jumat (22/6/2018).
"Kami akan melakukan tugas kami tanpa rasa takut atau berpihak."