“Saya berenang ke pinggir. Susah payah lalu ditolong oleh nelayan lainnya. Syukur masih selamat,” ujarnya.
KM Joko Berek yang merupakan kapal nelayan ditumpangi oleh 22 orang, yang terdiri dari 21 anak buah kapal (ABK) dan 1 orang nahkoda atas nama H. Dirman, tenggelam sekitar pukul 08.05 WIB, di sekitar perairan Pelelawangan, Pancer, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Diduga kapal terbalik dan tenggelam usai tersapu ombak besar hingga menyebabkan hilang keseimbangan dan mengalami tenggelam.
Akibat peristiwa ini setidaknya 6 orang meninggal dunia, 9 orang selamat, dan 7 orang lainnya dinyatakan masih dalam pencarian.
(Qur'anul Hidayat)