Melihat Lebih Dekat Festival Lembah Baliem Situs Budaya Papua

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Kamis 09 Agustus 2018 16:24 WIB
Foto: doc kemenpar
Share :

Atraksi Nikah Adat disajikan secara detail. Dimulai dari ilustrasi masa pingit calon mempelai wanita maksimal 2 minggu. Selama menjalani fase ini, kaum wanita diajarkan manajemen berumah tangga oleh ibunya. Usai dipingit, pesta pernikahan dimulai dengan membayar mas kawin. Yaitu berupa noken, kapak batu, kulit biayerak, dan babi. Untuk babi lalu dipanah

Atraksi Nikah Adat menjadi pembuka terbaik. Sebab, para wisatawan pun langsung menyerbu ke venue untuk mengabadikan momen.

“Lembah Baliem ini memang bagus. Tidak ada duanya di tempat lain. Kami suka dengan baju adat mereka yang unik dan lengkap dengan aneka asesorisnya. Cara mereka hidup juga luar biasa, terutama cara bertaninya,” terang Mah To.

Suasana pun semakin hangat. Sebab, beragam Tarian Perang khas Suku Hugula disajikan semuanya. Menjadi pembuka, Tarian Perang khas Distrik Wama digelar. Tarian ini menceritakan terjadinya perang karena pencurian babi oleh suku lain. Simulasi perang dilakukan natural dengan lesatan anak panah, tapi diarahkan ke atas. Kedua suku akhirnya berdamai setelah babi dikembalikan kepada pemiliknya.

“Saya enjoy menikmati sajian budaya di sini. Saya memang sengaja datang untuk festival ini. Secara basic, saya suka dengan culture seperti ini. Di sini ada banyak culture yang disajikan. Saya benar-benar terkesan. Ini adalah kedatangan saya yang pertama di Lembah Baliem,” jelas Wisatawan Swiss Freddy Goetsch.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya