Kendati demikian, Votel mengaku, pihaknya telah mengetahui aktivitas militer Iran. "Kami mengetahui apa yang tengah terjadi, dan kami tetap siap melindungi kepentingan kami untuk kebebasan berlayar dan kebebasan perdagangan di perairan internasional," kata Votel.
Iran tengah geram terhadap penarikan diri Amerika Serikat terhadap perjanjian nuklir internasional yang ditandatangani tahun 2015, dan juga terhadap keputusan Washington menerapkan kembali sanksi kepada Tehran.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan, bahwa negaranya tidak bisa dikalahkan dengan mudah oleh upaya Amerika Serikat mengucilkan Tehran dari pasar minyak internasional.
Pada bulan lalu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, mendukung rencana Presiden Hassan Rouhani untuk memblokade jalur perdagangan minyak kawasan Teluk jika Tehran tidak bisa mengekspor minyak.
(Fiddy Anggriawan )