“Ular itu dibawa sendirian berjalan kaki dari jalan desa itu ke rumahnya. Orang sekitar pasti tidak berani menangkap sendirian tetapi Mbah Maridin berani,” ujar Suwardi, warga setempat yang menyaksikan Maridin membawa ular sendirian saat menjelaskan kronologi penangkapan ular itu kepada wartawan, Jumat siang.
Berita ular tangkapan Maridin itu menyebar dari mulut ke mulut. Tidak aneh bila halaman depan rumah Maridin menjadi pusat kerumunan warga yang ingin menyaksikan ular sanca tersebut.
“Tadi dari pak tentara dan polisi Ngrampal juga datang. Mereka mengukur panjangnya, yakni 3,35 meter dan diameternya 30 cm lebih. Saya sendiri tidak berani memegangnya. Saya baru melihat ular sebesar itu ya baru pertama ini,” ujar Kristanto (35), warga Ngampunan RT 019, yang sengaja datang untuk melihat ular itu.
Maridin berniat menjual ular itu bila laku. Kalau tidak laku, ia ingin memeliharanya di rumah. Ia bersama dua orang warga sempat mengeluarkan ular itu dari kandang. Saat dikeluarkan ular tidak berontak tetapi seperti ular jinak. “Dipegang kok jinak, tidak berontak gitu. Badanya halus ya,” ujar warga lainnya yang heran dengan temuan ular itu.
(Qur'anul Hidayat)