26 September 2016, aksi Agus kini memanjat sutet dikawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Motif kali ini ia memanjat memprotes untuk eksekusi Oknum Hakim Mafia, ia memanjat diketinggian 30 meter, ketika salah satu petugas ingin membujuknya, Agus malah menyiram bensin ke petugas itu. Ia bertahan selama 3 hari.
9 Desember 2016, Agus memanjat papan reklame puluhan meter di grogol, Jakarta Barat. Alasannya adalah ia kecewa dengan proses hokum terkait kematian ponakannya pada 10 Juli lalu, Agus tidak percaya ponakannya meninggal karena kecelakaan. Dan bertahan selama 5 jam.
16 Desember 2016, kali ini Agus memanjat baliho berketinggian 20 meter, di Jalan Panjang, Kedoya Utara Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia membentangakan spanduk bertuliskan “Panti Sosial Bukan Penjara, Anak Jalanan Bukan Penjahat” aksinya tersebut memakan waktu 10 jam.
2 Januari 2017, papan reklame di Halte Busway Harmoni kini menjadi tempat panjatan Agus dengan membawa spanduk “Eksekusi Oknum Hakim Mafia”,”Hukum Oknum Dandim Ngada Sengaja Bunuh Anak Yatim” ia juga sudah mempersiapkan bekal, dan juga membawa gunting untuk mengusir petugas yang akan menyelamatkannya.