Ia pun mengajak kepada semua pihak untuk merayakan pilpres sebagai pesta demokrasi sekaligus ajang untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, Pilpres 2019 diisi dengan adu program. “Adu gasasan, adu ide, adu rekam jejak, adu prestasi,” kata Jokowi.
“Mengajak semua pihak untuk menjauhkan dari kampanye fitnah, menghina,” tambahnya karena hal tersebut tidak menganut nilai-nial keindonesiaan.
Jokowi menekankan bahwa Pilpres tidak seharunya memutuskan persaudaraaan, sebagaimana yang dilakukannya bersama Prabowo.
“Saya biasa bertelepon dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi karena keduanya sahabat saya sejak lama,” kata Jokowi.
(Rachmat Fahzry)