Aldi Novel Adilang: Lima Kiat Bertahan Hidup di Tengah Laut

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 26 September 2018 07:36 WIB
Aldi Novel Adilang bertahan hidup setelah hanyut di lautan selama 49 hari. (EPA/Indonesia Consulate General Osaka)
Share :

SEORANG pemuda Sulawesi yang bertahan hidup setelah terapung di laut selama 49 hari menjadi sorotan media internasional.

Aldi Novel Adilang hanyut ketika perangkap ikan terapung atau rompong yang ditumpanginya terlepas dari tambatannya akibat angin kencang pada pertengahan Juli lalu.

Ia berakhir di perairan dekat Pulau Guam di Samudera Pasifik, ketika panggilan daruratnya dijawab sebuah kapal berbendera Panama menuju Jepang pada 31 Agustus.

Dengan persediaan makanan yang terbatas, pemuda berusia 18 tahun itu menyambung hidup dengan makan ikan dan minum air laut yang disaring dengan bajunya.

"Mulai satu minggu setelah bahan makanan habis, saya mengail terus, ikan manta, ikan rebus, ikan bakar. Itu makanan saya selama hanyut," tutur Aldi Novel Adilang kepada wartawan di Manado, Eva Aruperes, untuk BBC News Indonesia.

Pengalaman Aldi – yang kerap disamakan dengan cerita novel Life of Pi – menjadi salah satu kisah dramatis tentang manusia yang berhasil bertahan hidup dalam kondisi ekstrem di tengah laut.

Tapi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita saat terjebak di lautan?

Di tengah laut, tubuh manusia dihadapkan pada dua tantangan besar: kekurangan air dan kondisi ekstrem.

"Tubuh pun merespons dengan dua cara yang disebut osmoregulasi dan termoregulasi," kata Ahmad Ridwan, asisten profesor fisiologi hewan di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB.

Osmoregulasi adalah penyesuaian agar tingkat cairan di dalam tubuh tetap seoptimal mungkin untuk bertahan hidup. Sel tubuh manusia terdiri dari 90% air; jika jumlah itu berkurang sampai 70%, maka sel akan terganggu berat.

Salah satu cara menjaga tingkat cairan di dalam tubuh ialah dengan menahan (retensi) air supaya tidak keluar — itu berarti lebih sedikit kencing dan berkeringat. "Mungkin dia tidak akan pipis, dalam sehari itu akan sedikit sekali urinenya," imbuh Ridwan.

Sedangkan termoregulasi adalah upaya tubuh untuk mempertahankan diri agar perubahan temperatur tidak terlalu ekstrem. Suhu tubuh manusia harus dipertahankan di kisaran 37C.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya