JAKARTA - Sekali berbohong akan diikuti kebohongan berikutnya. Begitulah gambaran Ratna Sarumpaet ketika mengakui hoaks penganiayaan yang dibuatnya.
Ratna mengatakan, bahwa awalnya dirinya berbohong hanya di lingkungan keluarganya, yang melihat wajahnya bengkak. Kepada anaknya, ia pun berbohong kalau dirinya dianiaya orang, dan tanpa disadari kalau jawaban tersebut terus dikorek.
Aktivis perempuan itu pun terjebak dalam sebuah kebodohan. Sebab, jawabannya yang dibuatnya itu terus meluas dan ramai diperbincangan khalayak. Padahal, awalnya itu hanya tak ingin diketahui keluarganya sedang melakukan sedot lemak di pipi.
"Jawaban itu terus dikorek, dan saya tak pernah membayangkan akan terjebak kebodohan ini, dan saya terus menutup rapat akan kebenaran pada anak-anak saya," ujarnya saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).