Puncak acara Humanifesta ditandai dengan pembacaan ‘Manifesto Unpar’ oleh perwakilan dari senat universitas, dosen, pegawai, dan Persatuan Mahasiswa Unpar. Manifesto ini menjadi wujud nyata sikap Unpar sebagai masyarakat akademis yang menjunjung tinggi keberagaman sebagai bagian dari identitas Indonesia.
Malam pun semakin meriah dengan penampilan dari Kelompok Suara Parahyangan (KSP) Band. Mengusung konsep Big Band, mereka membawa hadirin larut dalam nostalgia lagu-lagu era 80-an. Diiringi rintik hujan, hadirin diajak untuk bernyanyi dan berdansa mengikuti iringan irama disko dan salsa.
Humanifesta Unpar tidak sekadar menjadi acara hiburan semata. Momen ini terbukti menjadi perayaan akan keberagaman Indonesia. Unpar sebagai ‘Indonesia Kecil’ membuktikan diri mampu menjadi masyarakat yang pluralistik dan toleran, serta bertekad menyebarkan semangat persatuan tersebut kepada masyarakat.
(Rizka Diputra)