Menurut dia, hakekat misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka, memberikan rasa aman dan sentosa serta memberikan rasa belas kasih sayang terhadap sesama umat manusua.
MUI, kata dia, menyeru kepada kaum Muslimin untuk terus mengembangkan sikap toleransi, keseimbangan dan bersikap adil dalam menjalankan ajaran agama agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit yang dapat merusak tali silaturahmi antarumat Islam.
Zainut mengatakan, hal tersebut sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan persaudaraan Islam dan persatuan umat sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor saat membangun kota Madinah.
Waketum MUI mengatakan hidup damai, harmoni dan toleransi antarumat beragama merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam "rahmatan lil'alamin" yaitu agama keselamatan yang menjadi rahmat bagi alam semesta.
"Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati dan menerima perbedaan keyakinan," katanya.