Lewat Buku Harian, Pakar Reptil Dokumentasikan Kematiannya Setelah Digigit Ular Berbisa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 20 November 2018 06:42 WIB
Schmidt yakin bahwa bisa ular pohon yang menggigitnya tidak akan berakibat fatal. (Chicago Daily Tribune)
Share :

Menolak bantuan medis

Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Schmidt ditanya apakah dirinya memerlukan bantuan medis. Namun ia menolak, dengan alasan ia khawatir obat akan berpengaruh terhadap efek gigitan ular.

Ia lebih memilih untuk mencatat secara lengkap semua efek yang ia rasakan. Ini ia lakukan setelah sarapan.

"Tanggal 26 September, pukul 06:23 pagi. Suhu badan 98.2 (36.7 ºC). Sarapan sereal, telur, roti panggang, saus apel, dan kopi. Kencing setiap tiga jam, namun tidak ada darah. Pendarahan di mulut dan hidung, namun tidak banyak."

Kata terakhir yang ia tulis di buku hariannya adalah, "Sangat banyak."

Pada 13:30, setelah makan siang, ia muntah-muntah dan menelepon istrinya.

Ketika bantuan datang, ia tidak sadar dan tubuhnya basah oleh keringat. Seorang dokter berusaha untuk menyadarkan Schmidt, tapi upaya ini tak berhasil. Schmidt akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Pada 15:00 Schmidt dinyatakan meninggal dunia karena "tak bisa bernapas".

Hasil autoposi menunjukkan ia kesulitan bernapas karena pendarahan pada paru-paru.

Disebutkan pula bahwa ia meninggal akibat pendarahan dalam di bagian mata, paru-paru, jantung, dan otak.

Sangat berbisa

Eksperimen ilmiah yang dilakukan dua dekade setelah kematian Schmidt menyimpulkan bahwa ular pohon adalah salah satu ular paling mematikan di Afrika.

Bisa ular ini sangat beracun.

Gigitan ular ini menyebabkan apa yang disebut sebagai disseminated intravascular coagulation (DIC). Gejala ini ditandai dengan pembekuan darah pada pembuluh darah kecil di tubuh.

Pembekuan darah dapat menghambat aliran darah melalui pembuluh darah, yang dapat merusak organ tubuh.

Kerusakan seperti ini dapat menyebabkan korban meninggal dunia.

Ular pohon banyak ditemukan di Afrika bagian tengah dan selatan. Ukuran panjang ular pohon dewasa rata-rata adalah 100-160 sentimeter, beberapa di antaranya bisa mencapai 180 sentimeter.

Ular pohon memangsa bunglon, kadal, katak, mamalia ukuran kecil, burung, dan telur yang mereka temukan di sarang burung.

Tapi jika bertemu dengan mangsa yang lebih besar, ular ini biasanya akan menghindar.

Jadi, bagaimana ular ini "berani menggigit" Schmidt?

Seorang saksi mengatakan mungkin saja Schmidt "menganggap ular ini tidak berbahaya, yang membuatnya sangat santai" saat memegang ular.

Sikap santai ini karena diyakini baik Schmidt dan koleganya beranggapan karena ukuran ular pohon kecil, dengan kedalaman gigitan tak sampai tiga milimeter.

(Baca Juga : Lukisan Picasso yang Ditemukan di Rumania Diduga Hoax)

Ini disayangkan oleh para pakar ular, karena ketika itu belum ada obat yang bisa mengatasi racun dari ular pohon.

Apa pun yang ada di benak Schmidt, kata produser acara Science Friday Tom McNamara, beberapa jam setelah digigit -periode krusial untuk menyelamatkan nyawanya- Schmidt tak mencoba untuk mencari pertolongan.

Yang Schmidt lakukan justru "masuk ke wilayah yang masih penuh dengan ketidakpastian", kata McNamara.

(Baca Juga : Jual Novel Homoerotis, Penulis China Dihukum 10 Tahun Penjara)

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya