Namun, lanjut Nurcahyo, pergerakan MCAS tersebut dilawan oleh pilot penerbangan berdasarkan parameter yang nampak dari grafik yakni trim down pesawat dilawan pilot dengan trim up pesawat. Hal ini, kata Nurcahyo, dilakukan pilot hingga akhir penerbangan sebelum jatuh ke laut.
"Parameter yang tengah biru tengah ini menunjukkan berapa total trim yang terjadi, setelah trim down angkanya turun dilawan oleh pilotnya trim up, lalu kira-kira angkanya di angka lima sepertinya ini angka di mana beban kendala pilot nyaman di angka 5. Apabila angkanya makin kecil maka beban semakin berat," ujar Nurcahyo sambil menunjukkan grafik di hadapan anggota DPR.
Kata Nurcahyo, tercatat dalam grafik di akhir-akhir penerbangan, automatic trim terus bertambah. Namun trim yang dilawan pilot, durasinya makin pendek.
"Akhirnya jumlah trimnya makin lama mengecil dan beban di kemudi jadi berat kemudian pesawat turun," ujar Nurcahyo.
(Baca Juga: Hingga Saat Ini KNKT Masih Mencari CVR Kotak Hitam Lion Air)
Namun Nurcahyo menyatakan, data grafik tidak menunjukan adanya masalah mesin pada indikator mesin di pesawat nahas tersebut.
"Dari data mesin yang kita peroleh bahwa antara mesin kiri dalam hal ini parameter berwarna biru dan mesin kanan berwarna merah, hampir semua penunjuk mesin menunjukan angka yang konsisten. Jadi kami bisa simpulkan mesin tidak menjadi kendala dalam penerbangan ini," tuturnya.
Dia juga mengatakan, hasil pembacaan black box FDR juga akan disampaikan ke publik pada 28 November mendatang. "Mengenai hasil pembacaan black box yang mana hasil pembacaan black box ini akan kita sampaikan ke masyarakat pada tanggal 28 sesuai dengan ketentuan bahwa 30 hari setelah kejadian kita harus sampaikan laporan awal," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )