Dalam operasi penangkapan yang dilakukan pasukan gabungan Polri-TNI ini, klaim Aidi, pihaknya akan mematuhi hukum dan akan memperhatikan pinsip hak asasi manusia. Para anggotanya sudah diperintahkan untuk menyasar orang-orang yang membawa senjata.
"Saya pastikan, kita tidak akan melakukan tindakan yang membabi buta dengan membumihanguskan kampung di sana," jelasnya.
"Yang kami serang adalah kombatan dan mereka itu diidentifikasi dengan membawa senjata. Jika ada orang tak membawa senjata, tidak mesti ditembak tapi ditangkap."
Dia juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif penyerangan tersebut. Informasi yang menyebutkan bahwa seorang pekerja memfoto kegiatan HUT Kemerdekaan Papua sebagai penyebab insiden penyerangan ini, belum bisa dipastikan kebenarannya.
"Kalau berdasarkan kesaksian JA, dia tidak tahu soal foto itu," imbuh Aidi seraya menyebut saksi korban kini berada di markas Batalyon 756 dan tiga pekerja yang terluka dirawat di RS Wamena. Hingga saat ini, aparat masih berusaha menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban.
(Qur'anul Hidayat)