JAKARTA – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini yang terjaring adalah Bupati Cianjur, Jawa Barat, Irvan Rivano Muchtar. Dia merupakan kepala daerah ke 38 yang terciduk KPK sejak 2012.
Dalam OTT, Rabu (12/12/2018) pagi, selain Irvano, KPK juga mengamankan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi dan empat orang lainnya.
Mereka diduga terlibat dalam transaksi suap terkait anggaran dana alokasi khusus (DAK) sektor pendidikan Kabupaten Cianjur. KPK menyita uang Rp1,5 miliar diduga sebagai alat suap.
“KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor kepada Bupati," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief.
Sebelum menangkap Irvano, pada 18 November lalu, KPK menciduk Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu juga karena suap.
Berikut daftar 38 kepala daerah yang ditangkap KPK sejak 2012:
1. Bupati Buol, Amran Batalipu ditangkap 27 Juni 2012.
2. Bupati Mandailing Natal, Muh. Hidayat Batubara ditangkap 15 Mei 2013.
3. Bupati Gunung Mas, Kalteng, Hambit Bintih, ditangkap 3 Oktober 2013.
4. Bupati Bogor, Rachmat Yasin Limpo, ditangkap 7 Mei 2014.
(Baca juga: Bupati Pakpak Bharat Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek PUPR)
5. Bupati Biak Numfor, Yesaya Sombuk, ditangkap 16 Juni 2014.
6. Bupati Karawang, Ade Swara, ditangkap 7 Juli 2014.
7. Bupati Subang, Ojang Sohandi, ditangkap 11 April 2016.
8. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, ditangkap 4 September 2016.
9. Wali Kota Cimahi, Atty Suharti Tochija, ditangkap 1 Desember 2016.
10. Bupati Klaten, Sri Hartini, ditangkap 30 Desember 2016.
11. Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, 20 Juni 2017.
12. Bupati Pamekasan, Achmad Syafi'i, ditangkap 2 Agustus 2017.
13. Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno, ditangkap 29 Agustus 2017.
(Baca juga: KPK Tangkap Bupati Lampung Tengah)
14. Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen, ditangkap 13 September 2017.
15. Wali Kota Batu Malang, Eddy Rumpoko, ditangkap 16 September 2017.
16. Wali Kota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi, ditangkap 22 September 2017.
17. Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman, ditangkap 25 Oktober 2017.
18. Bupati Hulu Sungai Tengah, H. Abdul Latif, ditangkap 4 Januari 2018.
19. Bupati Jombang, Nyono Wiharli Suhandoko, ditangkap 3 Februari 2018.
20. Bupati Ngada, Marianus Sae, ditangkap 11 Februari 2018.
21. Bupati Subang, Imas Aryumningsih, ditangkap 13 Februari 2018;