Tarik Pasukan AS dari Suriah, Trump Klaim Menang Perang Melawan ISIS

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 20 Desember 2018 13:38 WIB
Foto: AFP.
Share :

Kelompok Negara Islam atau ISIS berada dalam proses untuk ditaklukkan, sementara Presiden Suriah Bashar al-Assad masih tetap berada di posisinya.

Jika tujuannya adalah untuk menahan pengaruh Iran atau Rusia yang terus meningkat di kawasan itu, maka 2.000 pasukan AS yang tersebar di wilayah yang luas itu kemungkinan merupakan kekuatan yang terlalu kecil untuk melakukan semuanya.

Banyak yang akan melihat keputusan penarikan pasukan AS ini sebagai indikasi lain dari kekacauan dan ketidakpastian yang melingkupi kebijakan AS terhadap kawasan yang penting ini.

Apa arti kehadiran AS di Suriah?

Pasukan AS sebagian besar ditempatkan di wilayah yang dikuasai orang-orang Kurdi yaitu wilayah utara Suriah.

Kerjasama mereka dengan aliansi pejuang Kurdi Suriah dan pejuang Arab, yang dikenal sebagai Pasukan Demokratis Suriah, memegang peran penting dalam menguasai kembali sebagian besar wilayah Suriah dari tangan kelompok Negara Islam, empat tahun silam.

Namun, kelompok Negara Islam belum bisa dikatakan sepenuhnya hilang.

Sebuah laporan dari AS baru-baru ini mengatakan masih ada sebanyak 14.000 anggota militan ISIS di Suriah dan bahkan lebih banyak lagi di negara tetangganya, yaitu Irak - dan ada ketakutan mereka akan beralih ke taktik gerilya dalam upaya untuk membangun kembali jaringan mereka.

Namun demikian kerja sama antara AS dan Kurdi telah membuat marah Turki, yang memandang kelompok milisi YPG Kurdi - pasukan tempur utama di Pasukan Demokratis Suriah (SDF) - sebagai perpanjangan dari kelompok Kurdi pro-otonomi di Turki yang ditolak oleh otoritas Turki.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya