Hingga akhirnya dirinya memberanikan diri untuk menemui Henry dan memintanya agar bersedia menjadi dewan Pembina Seniman Jalanan Kota Solo.
"Kami berharap agar pak Henry bisa membantu memperjuangkan nasib seniman jalanan agar bisa tertata rapi sesuai harapan teman-teman semuanya," papar Junaedi.
Anggota seniman jalanan yang terdiri dari seniman yang mencari nafkah dengan mengamen di jalan, kemudian ada pengamen yang sudah mapan dengan mengamen di rumah makan, hotel juga cafee. Termasuk seniman jalanan yang mangkal di trotoar.
Himpunan Seniman Jalanan Surakarta yang berdiri sejak tahun 1992 hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 526 orang. Mereka tersebar di 7 sektor wilayah di Soloraya.