Beberapa Kendala BNPB saat Proses Evakuasi Korban Longsor di Sukabumi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Selasa 01 Januari 2019 14:35 WIB
Humas BNPB Sutopo (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengakui masih memiliki beberapa kendala untuk mengantisipasi korban longsor yang terjadi di di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Tiga alat berat telah disiapkan untuk proses evakuasi, namun kendala yang sempit, medan berbukit sehingga menyebabkan kesulitan. Sementara itu susulan longsor kecil masih terjadi, demikian juga hambatan yang lain, komunikasi yang sulit, listrik yang padam," kata Sutopo, Selasa (1/1/2019).

Dalam kesempatan itu, Sutopo juga mengupdate jumlah korban per pukul 11.45 WIB. Kata Sutopo, korban tewas bertambah menjadi sembilan orang. Sementara 60 orang lainnya berhasil diselamatkan, 34 orang masih hilang dan masih proses pencarian serta empat luka-luka sudah ada di rumah sakit.

"32 KK/107 jiwa tertimbun. ‎60 orang berhasil diselamatkan. Empat orang luka-luka dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu. Sembilan meninggal dunia. Dan 34 orang belum diketahui. Masih proses pencarian," kata Sutopo.

Baca Juga: BNPB: Korban Longsor Sukabumi Bertambah, 5 Tewas dan 38 Masih Dicari

‎Sebelumnya, tim gabungan telah menemuka lima korban tewas longsor di Sukabumi hingga pukul 10.00 WIB. Awalnya, ‎ditemukan dua dua korban meninggal dunia yakni, satu laki-laki dan satu perempuan, pada malam tadi.

Kemudian, setelah dilakukan proses evakuasi lanjutan, tim kembali menemukan tiga korban tewas lainnya pada pagi hari ini. Tiga korban tewas ter‎sebut yakni satu orang laki-laki, satu perempuan dan satu orang bayi.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor.

(Edi Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya