Rahmat menambahkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah perairan utara Papua ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar oblique normal (mendatar-turun)," ungkapnya.
Sementara berdasarkan hasil laporan masyarakat dampak gempa bumi dirasakan di Sarmi II-III MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi tsunami
(Baca Juga: Kabupaten Roten Dao Diguncang Gempa 5,2 SR)
Hingga pukul 15.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Namun, masyarakat diimbau agar tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(Arief Setyadi )