Pengamat: Masyarakat Minim Mitigasi Bencana

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Minggu 06 Januari 2019 07:00 WIB
Warga membawa lukisan kedua orangtuanya berlatar puing bangunan usai gempa dan tsunami terjang Palu, Sulteng. Foto/Reuters/Jorge Silva
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi akan ada 2.500 bencana hidrometerologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

Terkait hal itu, Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menilai himbauan dari BNPB itu harus dicermati agar masyarakat siap kala menghadapi dampak itu.

“Kejadian bahaya hidrometeorologi terkait iklim ekstrim, baik berupa banjir, angin, maupun longsor. Kejadian bahaya tersebut berpotensi bencana, sehingga kita harus bersiap-siap mengantisipasinya,” ungkap Eko kepada Okezone, Minggu (5/1/2019).

 

Eko menyebut, saat ini masyarakat masih minim terkait mitigasi bencana. Seperti masih banyak yang membangun rumah dikawasan rawan longsor dan tidak sesuai dengan peruntukannya hingga tidak menghargai sungai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya