“Jadi pada prinsipnya yang dibayar oleh konsumen prostitusi online itu, bukan sekadar tubuh si artis tapi lebih kepada prestise. Bisa mendapatkan kesempatan menjamah seorang publik figur,” katanya ketika berbincang dengan Okezone, Senin (7/1/2019).
Dijelaskan Habdy, prinsip seseorang jika sudah mempunyai faktor psikologis terhadap suatu objek yang diinginkannya, maka dipastikan rela melakukan apa pun, meski berbiaya tinggi.
“Seks itu kan prinsipnya tetang fantasi, jadi memuaskan fantasi juga adalah salah satu tujuan utama para konsumen ini. Kepuasan psikologis jauh lebih tinggi daripada kepuasan biologis,” beber dia.
Sementara untuk sang artis, kata Habdy untuk memenuhi faktor ekonomi. “Sementara yang dibayar kepada si artis adalah bukan sekedar menutup rasa malu, tapi lebih kepada biaya komitmen untuk menutup rahasia hubungan singkat tersebut,” tandasnya.
(Rachmat Fahzry)