TOKYO - Sebuah majalah di Jepang pada Selasa, 8 Januari meminta maaf setelah membuat daftar universitas khusus perempuan yang mahasiswinya “paling mudah” untuk ditiduri saat pesta, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Daftar yang dimuat majalah mingguan “Spa!” pada edisi 25 Desember itu menyulut kemarahan sejumlah mahasiswi.
Di media sosial bahkan muncul kampanye yang mendesak majalah tersebut meminta maaf dan menghentikan penjualan edisi tersebut.
Petisi di change.org itu menyebut artikel tersebut “tidak menghormati dan mengobjektivikasi perempuan”. Sampai Selasa, sebanyak 28.000 orang telah memberikan tanda tangan dukungan.
“Kami memohon maaf karena menggunakan bahasa sensasional untuk memikat pembaca soal artikel bagaimana mereka bisa intim dengan perempuan.