Menurutnya, peristiwa serupa juga menimpa rumah Rawi (78) di RT 6/2 Desa Gotputuk Kecamatan Ngawen. Rumah yang dibangun dari material bambu yang dihuni Rawi tak mampu menahan hempasan angin dan hujan deras hingga roboh.
“Angin kencang dan hujan lebat juga menyebabkan rumah Mbah Rawi, roboh. Bangunan rumah dari bambu itu juga sudah tua,” tambah Agung.
Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Blora Sunanto mengatakan, beragam bencana berpotensi terjadi memasuki musim hujan saat ini. “Masyarakat harus waspada terhadap ancaman bencana hidrometrologi menjelang puncak musim hujan seperti banjir, hujan lebat disertai angin kencang, tanah longsor dan lain-lain,” terangnya.
(Baca Juga: Tekanan Udara Meningkat hingga Bibit Siklon Buat Indonesia Berpotensi Diterjang Gelombang)
(Arief Setyadi )