Kejadian tak menyenangkan seperti itu bukan kali pertama dialami Abraham Ismed. Dia berharap perlakuan tersebut tidak dialami pengguna kursi roda lainnya.
"Sebagai seorang muslim, ini bukan kali pertama saya mendapat diskriminasi seperti ini dari pihak masjid. Saya harap ke depannya tidak ada perlakuan seperti ini lagi terhadap pengguna kursi roda. Padang belum inklusif, Sumatra Barat, Indonesia tidak ramah disabilitas," tegas dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Abraham Ismed M (@boy1492) pada 19 Jan 2019 jam 8:26 PST
Unggahan itu juga memperlihatkan percakapan sejumlah orang dengan pria petugas masjid. Pria tersebut meminta penyandang disabilitas menunaikan salat di belakang masjid sesuai dengan aturan yang berlaku. Pria itu mengatakan, nantinya pengurus masjid bakal menyediakan kursi roda khusus untuk penyandang tunadaksa. Mereka menilai kursi roda tersebut kotor karena dibawa ke berbagai tempat.
"Kami mengerti kursi roda bagian tak terpisahkan dari penyandang tunadaksa. Tapi, kursi roda kan kotor dibawa ke mana-mana. Sandal saja dilepas. Ini kan tempat suci. Kita tidak menyamakan kursi roda dengan sandal," tegas pria penjaga masjid tersebut.
Abraham Ismed bersikukuh penyandang tunadaksa berbeda dengan orang tua yang tidak kuat berjalan. Kursi roda tersebut dibuat khusus sesuai dengan penggunanya. Kisah tragis yang dialami Abraham Ismed itu menuai beragam komentar dari warganet.