DPR: Pergantian Kapolda Metro Harus Bisa Berantas Isu SARA saat Pemilu

Muhamad Rizky, Jurnalis
Selasa 22 Januari 2019 18:30 WIB
Irjen Gatot Eddy (foto: ist)
Share :

JAKARTA - Tugas berat disandang Kapolda Metro Jaya, untuk menciptakan kondisi aman dan terbebas dari SARA dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak di Ibukota mendatang.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meyakini Irjen Gatot Edy Pramono sebagai Kapolda Metro Jaya, dengan pengalaman dan pemikirannya sebagai Doktor Krimonologi akan mampu menciptakan situasi kondusif tanpa isu SARA di ibukota saat perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Sahroni mengungkapkan, sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Gatot juga telah mengenal dengan baik karakter kehidupan maupun kriminalitas di ibukota. Lulusan Akpol 88 ini sempat menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan pada tahun 2009 dan kemudian dipercaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di tahun 2011.

Berbicara pendidikan dan konsep pemikiran, Gatot Edy yang pada tahun 2015 masih berpangkat Brigjen berhasil meraih gelar Doktor Kriminologi Universitas Indonesia (UI).

 (Baca juga: Pergantian Kabareskrim Diharapkan Mampu Ungkap Kasus Novel Baswedan)

Gatot meraih gelar itu dengan mempertahankan disertasi berjudul 'Transformasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta)'. Ormas yang menjadi subjek penelitian Gatot adalah Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila, Forkabi, dan Kembang Latar.

“Saya yakin Irjen Gatot Edy Pramono sebagai Kapolda Metro Jaya nantinya akan mampu mengamankan stabilitas di ibukota, khususnya saat Pemilu Serentak 17 April mendatang. Gatot memiliki rekam jejak bagus dalam pengalaman maupun akademisi," kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa (22/1/2019).

“Tak hanya memiliki pengalaman bertugas di Jakarta, Gatot juga salah satu polisi cerdas yang mampu meraih gelar doctor kriminologi. Konsep pemikirannya akan sangat efektif meredam berbagai kriminalitas,” sambungnya.

 (Baca juga: Irjen Idham Azis Jabat Kabareskrim, Kompolnas Harap Fokus Pembenahan Internal)

Politisi NasDem ini menambahkan, pengalaman Gatot sebagai Kepala Satgas Nusantara sejak awal tahun 2018 akan berdampak positif pada penanganan potensi gangguan gangguan Kantibmas dalam pesta demokrasi di ibukota.

Bermodalkan kemampuan tersebut, Sahroni berharap Gatot mampu mengeliminir isu SARA sehingga dinamika politik saat Pilkada DKI yang sarat dengan isu agama tak terulang di Pemilu Serentak yang akan digerar 17 April 2019.

“Pilkada DKI 2017 yang masih memunculkan isu SARA sehingga menciptakan dinamika politik dan melemahkan hubungan bermasyarakat menjadi pelajaran. Ini adalah tantangan Kapolda Metro Jaya dalam mengamankan ibukota saat Pemilu serentak. Saya berharap dan optimis Gatot sebagai Kapolda Metro dengan berbagai pengalamannya mampu mengeliminir isu SARA di ibukota,” Sahroni berkomentar.

 

Selain sosok Kapolda Metro, profil lain yang menjadi sorotan Sahroni dalam mutasi Polri kali ini adalah Kabareskrim. Irjen Idham Azis yang kursinya diambil alih oleh Gatot akan menempati posisi Kabareskrim. Sahroni memandang Idham sangat layak mendapat kepercayaan sebagai Kabareskrim. Keberhasilan mengamankan Polda Metro Jaya sejak menggantikan Irjen M Iriawan menjadi salah satu bukti kinerjanya.

Ketegasan Idham dalam memimpin diharapkan Sahroni, menjadi modal penting dalam membenahi dan meningkatkan kinerja Bareskrim sehingga isu adanya oknum bermain kasus maupun tebang pilih penanganan perkara yang saat ini masih tergambar di benak masyarakat akan menghilang.

“PR terbesar Kabareskrim adalah membuktikan kepada masyarakat tak ada tebang pilih dalam penanganan perkara. Kabareksrim harus mampu memperlihatkan profesionalisme dan integritas jajarannya,” pesan Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama, Sahroni mengingatkan Idham sebagai pimpinan tertinggi Reserse Kriminal dapat terus memacu kinerja jajarannya di Direktorat IV Narkoba untuk menjadikan Indonesia tak lagi menjadi surga para bandar narkoba.

“Kinerja baik dalam pemberantasan narkoba harus terus ditingkatkan. Kerjasama dengan berbagai instansi ataupun elemen dalam pengawasan penyelundupan dan pabrik pembuat narkoba harus dimaksimalkan agar peredaran zat terlarang ini semakin menghilang. Tindak tegas oknum yang bermain dalam penanganan kasus atau bekerjasama dengan para bandar,” imbau Sahroni seraya mengingatkan pentingnya pemantauan narkoba jenis terbaru yang muncul di masyarakat.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya