Saat Pilkada Jakarta 2012, Puskaptis menyebut Jokowi-Ahok tidak akan bisa mengalahkan petahanan Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli, tapi nyatanya yang dilantik di DPRD menjadi gubernur dan wakil gubernur adalah Jokowi-Ahok.
"Pada 2012 Puskaptis juga pernah membuat lelucon dengan menyatakan Hatta Rajasa adalah cawapres ideal padahal pilpres masih dua tahun lagi," ucap Karding.
TKN Jokowi-Ma'ruf merasa tidak merasa khawatir apalagi takut dengan hasil survei Puskaptis. Karena TKN tidak peduli dengan Puskaptis. "Jadi biarkan saja mereka menebarkan berbagai macam klaim. Kita tertawakan saja sebagai lelucon di tahun politik. Namanya juga orang cari makan," katanya.
Hingga saat ini, sambung Karding, pihaknya meyakini Jokowi dan Ma'ruf akan memenangkan Pilpres dengan telak. Ini berdasarkan sejumlah lembaga survei yang kredibel bukan abal-abal.