“Data Lingkaran Survei Indonesia per Desember 2018 misalnya menyatakan Jokowi unggul 54,2% dibandingkan Prabowo-Sandi yg hanya memperoleh 30,6%. Kemudian Litbang Kompas menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul 52,6% jauh meninggalkan Prabowo-Sandi yang cuma memperoleh 32,7%," tuturnya.
(Baca Juga : Erick Thohir Ajak Generasi Muda Solo Tiru Sikap Optimistis Jokowi)
Unggulnya Jokowi dan Ma'ruf dalam survei tentu bisa dijelaskan secara nalar. Pasangan ini saling melengkapi dari sisi latar belakang. Jokowi merupakan mantan pengusaha yg matang di pemerintahan dan mengelola birokrasi, sementara Kiai Ma'ruf matang di bidang ilmu keagamaan. Kombinasi bersatunya ulama dan umara yang ideal.
"Selain itu, Pak Jokowi merepresentasikan kelompok nasionalis, Kiai Ma’ruf merepresentasikan kelompok muslim. Dua kelompok yang memiliki kontribusi besar bagi kemerdekaan dan memajukan bangsa," ujar Karding.
(Baca Juga : PDIP : Tema Debat Kedua Relevan dengan Komitmen Jokowi)
(Erha Aprili Ramadhoni)