Caleg Perindo Canangkan Program "1 Desa 1 Pengusaha" di Sultra

Asdar Zuula, Jurnalis
Selasa 29 Januari 2019 18:13 WIB
Ilustrasi
Share :

KENDARI - Memiliki semangat yang kuat, modal bagi Jaffray Bittikaka (JB), untuk melahirkan pengusaha muda lokal Sulawesi Tenggara (Sultra). Pria kelahiran 17 Agustus 1978, saat ini menjadi CEO Burawa Group, konsisten mengembangkan potensi kaum muda di berbagai bidang, organisasi, bisnis, ekonomi kreatif maupun investasi.

JB, saat ini juga dipercaya menjadi Ketua DPW Perindo Sultra, menyadari salah satu upaya mempercepat kemajuan ekonomi, harus meningkatkan jumlah pengusaha. JB kini maju sebagai calon legislatif DPR RI untuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Semangat JB, bisa direpresentasikan semangat muda untuk kaum muda Sultra. Ia mengharapkan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun wirausaha pemula (WP), mampu meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air, salah satunya di Sultra. JB, bersama Jendela Bangsa Foundation merintis sebuah program “1 Desa 1 Pengusaha”.

“Program 1 Desa 1 Pengusaha ini, membidik kaum muda di pedesaan di seluruh wilayah Sultra,” kata JB.

Kaum muda pedesan menjadi sasaran jendela Bangsa Foundation, menurut JB, sebab anak muda di pedesaan harus merantau ke kota besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi, setelah itu mereka tidak kembali, untuk membangun kampung halaman mereka.

“Salah satu alasannya, karena di desa tidak ada yang bisa dikerjain,” jelas JB.

Program Startup Lokal “1 Desa 1 Pengusaha” diharapkan JB, mampu menjadi solusi terciptanya peluang usaha dan terbukanya lapangan kerja. Sehingga tidak ada lagi kesenjangan tajam antara desa dan kota.

JB menyebutkan, Sultra memiliki hasil perkebunan dan laut sangat kaya, salah satu contohnya jagung. Petani jagung seringkali menjual hasil panen ke pasar dalam bentuk sayur mentah.

Hal ini menjadi salah satu konsentrasi program “1 Desa 1 Pengusaha” membina kaum muda, mampu mengolah produk berbahan jagung, memiliki nilai jual dan daya saing baik lokal maupun nasional.

Selain itu, menurut JB, Sultra memiliki hasil laut melimpah. Banyak makanan kemasan berbahan hasil laut bisa dikembangkan di desa, seperti bakso ikan, siomay, dan baso tahu. Semua makanan tersebut, bisa diproduksi di desa pesisir. Sentuhan tangan-tangan kreatif, akan menjadikan makanan tersebut bisa dijual dalam kemasan menarik, dan higienis.

“Peluang menjadi pengusaha di Sultra ini sangat besar, sekarang ini tinggal bagaimana Jendela Bangsa Foundation dan kita semua serta dukungan semua pihak untuk menggalang semangat dan menyatukan tekad bahwa kita mampu,” jelas JB, juga saat ini menjambat Wakil Ketua Umum KADIN Sultra.

Peluang usaha di desa, menurut JB, tidak hanya bersumber dari pengelolaan hasil perkebunan dan laut, ekonomi kreatif dan bidang lain juga sangat terbuka lebar.

“Jika program 1 Desa 1 Pengusaha ini dijalankan, maka tujuan utama kita semua untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan terwujud, sehingga kesejahteraan merata dari desa ke kota, di seluruh wilayah Sultra,” harap JB.

Membuka usaha, disadari JB, tidak bisa lepas dari kebutuhan modal. Namun menurut JB, modal usaha sangat penting, tetapi saat ini, jauh lebih penting dukungan dari dan bagi kaum muda di desa, agar program “1 Desa 1 Pengusaha” diprakarsai dan dikelola oleh Jendela Bangsa Foundation, bisa diterima, dipahami dan didukung agar bisa berjalan.

“Jika masalah modal, di Senayan banyak dana untuk UMKM, dan itulah ruang pengabdian saya,” kata JB.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya